Social Icons

Pages

Tuesday, November 27, 2012

Friday, November 23, 2012

10 Pesan (Wasiat) HASAN AL-BANA

Assalamualaikum, Sahabat. Kali ini saya akan berbagi mengenai 10 wasiat seorang IMAM yaitu HASAN AL-BANA. mau tau pesan apa yang di wasiatkannya? yuk check it out.. :)

1. Mensegerakan Sholat ketika mendengar Adzan.

2. Membaca & mendengarkan Al-Quran dan Mengingat Allah

3. Jangan kau habiskan waktumu pada hal yang tak berguna

4. Berusahalah bisa berbahasa Arab dengan baik

5. Jangan banyak berdebat pada setiap urusan

6. Jangan banyak tertawa

7. Jangan banyak bergurau

8. Jangan mengeraskan suara melebihi pendengar

9. Jangan menggunjing orang & menjelek-jelekan sebuah kelompok

10. Kenalkan dirimu kepada teman seperjuanganmu walaupun tidak diminta & selesaikan tugasmu secepat mungkin

Yups, sudah jelas kan sahabat apa-apa yang di wasiat kan HASAN AL-BANA. semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat sekalian. amin :)
Syukran, Jzk..:)


Monday, August 29, 2011

ARTI MINAL AIDIN WAL FAIZIN BUKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Ucapan ini: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?
Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.
Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.
Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri.  ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaituja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizinbermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.
Wallahualam.