Social Icons

Pages

Monday, August 29, 2011

ARTI MINAL AIDIN WAL FAIZIN BUKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Ucapan ini: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?
Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.
Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.
Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri.  ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaituja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizinbermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.
Wallahualam.

Friday, April 22, 2011

Memohon Kepada Allah Agar Mati Syahid


Islam merupakan ajaran yang tidak saja mengatur  urusan kehidupan manusia di dalam kehidupannya di dunia. Islam mengatur kehidupan seseorang hingga persiapannya menuju alam berikutnya, yaitu Akhirat. Bahkan Islam menganjurkan setiap Muslim agar mengupayakan bentuk kematian yang paling mulia, yaitu mati syahid.  Mati syahid secara umum berarti mati dalam perjuangan menegakkan agama Allah sebagai akibat pembunuhan oleh fihak musuh, yaitu kaum kuffar di medan perang.


Namun selain itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga menyebutkan beberapa bentuk kematian yang bisa mengantarkan seseorang kepada derajat mati sebagai syuhada. Misalnya orang yang meninggal karena tenggelam atau saat sedang mempertahankan hartanya yang dirampas para perampok atau mati karena terkena wabah atau seorang wanita yang sedang berjuang melahirkan bayinya.

Di antara kisah menarik soal mati syahid ialah pengalaman Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa sebagai berikut:

                 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ

 “Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878)

Sepulangnya beliau dari menunaikan ibadah Haji beliau menceritakan soal doanya kepada salah seorang sahabat di Madinah. Maka sahabat tersebut berkomentar: “Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid maka tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya.”

Dengan ringan Umar radhiyallahu ’anhu menjawab: ”Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah.”

Keesokan paginya, saat Umarradhiyallahu ’anhu  mengimami sholat Subuh di masjid, tiba-tiba dalam kegelapan waktu pagi itu seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu’lu’ah menghunuskan kerisnya ke tubuh mulia sang Khalifah yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnyapun rubuh di samping mihrab. Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ’anhu segera menggantikan posisi Imam sholat melanjutkan hingga selesai sambil menangis sesunggukan mengkhawatirkan nasib Umar radhiyallahu ’anhu.

Maka tidak lama sesudah itu Umarpun menghembuskan nafas terakhir. Beliau syahid di jalan Allah. Beliau wafat dalam keadaan sedang  memimpin sholat kaum Muslimin.Subhanallah...!!!

Berdasarkan riwayat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengharapkan mati syahid di jalan Allah merupakan suatu perbuatan yang dianjurkan dalam Islam. Bahkan ia merupakan kejadian yang dinanti-nantikan sehingga dituangkan dalam bentuk doa oleh para pendahulu kita.
Asy-Syahid Abdul Aziz Ar-Rantisi, misalnya. Ia merupakan salah seorang pemimpin Hamas di Gaza, Palestina. Hanya beberapa waktu sebelum beliau wafat dalam sebuah wawancara beliau berkata: ”Setiap orang pasti menemui kematian. Kematian bisa datang dalam aneka bentuk. Andai aku boleh memilih, aku berharap mati syahid di jalan Allah dalam bentuk dirudal oleh helikopter Apache pasukan Yahudi Zionis Israel.” Beberapa waktu kemudian beliau benar-benar dirudal pasukan Zionis oleh helikopter Apache sebagaimana yang ia sendiri cita-citakan. Abdul Aziz Rantisi menemui mati syahid di jalan Allah. Subhanallah..!!

Saudaraku, marilah kita tanamkan dalam diri kerinduan untuk mati syahid di jalan Allah. Sebab itu merupakan bentuk kematian yang paling mulia. Marilah kita awali dengan membiasakan diri sering-sering berdoa kepada Allah untuk meraih mati syahid di jalanNya. Setiap orang pasti mengalami kematian. Marilah kita memohon kepada Allah agar ruh kita dijemput burung-burung surga dalam bentuk terbaik yaitu mati syahid di jalan Allah.

Memang kita hidup di negeri dimana perang tidak sedang berkecamuk. Sementara itu, kemungkinannya sangat tipis untuk bisa bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan, Irak atau Palestina misalnya. Maka menghadapi keadaan seperti ini kita harus optimis bahwa rezeki mati syahid tetap terbuka. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar  mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)

-eramuslim.com-

Hukum Membaca Qunut Saat Salat Subuh


Tanya:
Assalammualaikum warahmatullah wabarakatuh. Pak Ustadz yang terhormat, ada 2 pertanyaan yang ingin saya sampaikan, yaitu:

1. Apa hukum dan dasar hukumnya membaca doa qunut pada rakaat ke 2 salat subuh?
2. Bagaimana hukumnya bila makmum tidak ikut membaca doa qunut, sementara imam membaca doa qunut pada salat subuh?
Demikian pertanyaan dari saya, mohon penjelasan Ustadz dan terimakasih.




Jawab: 

Qunut adalah membaca doa setelah berdiri dari ruku' dan sebelum sujud. Demikian maknanya secara umum dalam pandangan pakar-pakar hukum Islam. Cukup kuat riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw. pernah melakukan qunut selama sebulan penuh, mendoakan pada pembangkang dari suku Ru'al dan Zakwan, yang membunuh pengajar-pengajar al-Qur'an yang beliau utus untuk mengajar mereka.


Beliau juga membaca qunut —setelah perjanjian Hudaibiyah— untuk mendoakan kaum lemah dan orang-orang yang tertindas di kota Mekkah. Ada lagi riwayat yang menyatakan bahwa beliau juga —di samping salat subuh— pernah ber-qunut pada salat maghrib, isya, dzuhur, bahkan salat ashar. Dengan demikian Nabi Saw menurut aneka riwayat, pernah membaca qunut pada semua salat.

Dari aneka riwayat itu timbul berbagai pendapat sejalan dengan penilaian tentang ke-shahih-an riwayat atau pengompromiannya. Ada yang berpegang pada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Saw selalu membaca qunut dalam setiap shalat sehingga mereka menganjurkan pembacaannya setiap salat. Ada lagi yang berkata bahwa karena Nabi tidak selalu membaca qunut, maka anjuran ber-qunut dilaksanakan bila ada sebab-sebab tertentu, misalnya adanya petaka atau krisis (Qunut Nazilah).

Ada lagi yang berpendapat bahwa qunut dilakukan setelah salat yang dilaksanakan tidak dengan suara nyaring. Pendapat lain sebaliknya, yakni tidak membaca qunut kecuali pada shalat yang dilaksanakan dengan bacaan di-jahar-kan, yakni subuh, maghrib, dan isya. Ada lagi yang menjadikannya khusus pada salat subuh. Alasannya antara lain adalah Firman Allah "Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) salat wustha. Berdirilah demi Allah qanitin" (QS al-Baqarah (2): 238).

Penganut paham ini memahami shalat wustha dalam arti salat subuh dan berdirilah qanitin dalam arti berdirilah melaksanakan qunut, bukan seperti pemahaman ulama lain bahwa salat wushtha adalah salat Ashar dan berdirliah qanitin dalam arti laksanakanlah salat secatra sempurna dan khsusyu'. Tentu saja masing-masing masih memiliki alasan-alasan lain yang bukan di sini tempatnya dirinci.

Jika imam membaca qunut, sebaiknya makmum mengikuti imam. Demikian pendapat Abu Yusuf, salah seorang ulama klasik. Innama ju'ila al-imamu liyu'tamma bihi: seseorang dijadikan imam adalah untuk diikuti. Demikian, wallahu a'lam.

(M Quraish Shihab, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur'an)

Tuesday, April 19, 2011

Ketika Muslimah keblinger mendambakan mahkota Miss Universe







Ironinya wajah identitas muslimah yang makin tertutup kabut materialisme dan terinjak-injak nafsu bejat setan yang menggelantung di panggung Miss Universe. Ketika sebagian muslimah berjuang untuk mempertahankan hijab dengan resiko dikeluarkan dari sekolah, dikucilkan, dan diintimidasi, sebagian muslimah di belahan dunia lain malah ngotot ingin memamerkan auratnya dengan dalih ‘muslimah pun bisa menjadi ratu sejagat’. 


Adalah Shanna Bukhari (24), seorang mahasiswi jurusan sastra di salah satu universitas di Inggris yang berhasil lolos ke babak Final dalam ajang Miss British setelah lolos kualifikasi Miss Universe Asiana–sebuah kontes kecantikan untuk gadis-gadis Asia yang tinggal di Inggris.
Untuk kemudian akan bersaing dengan 59 kontestan lain di final pada Mei 2011 nanti yang memperebutkan gelar Miss British dan mewakili Inggris di ajang Miss Universe di Sau Paulo Brazil September 2011.
“Saya ingin gadis-gadis lain dari komunitas muslim merasa, mereka dapat melakukan ini. Keluarga saya mendukung saya, dan teman-teman saya– termasuk yang mengenakan kerudung– juga mendukung saya,” ungkap Shanna yang berdarah Pakistan yang kini tinggal di Rochdale, Greater Manchester.
Seperti yang bisa diduga, ‘kenekatan’ Shanna pun menuai badai kritik dan hujatan baik dari sesama muslim ataupun hujatan rasis dari warga kafir. Di akun Facebook-nya Shanna mengaku mendapat ucapan ‘sumpah serapah’ dari pria yang mengatakan “kamu bukan muslim, membusuklah kamu di neraka”, tetapi Shanna menanggapinya dengan santai dan tetap tak bergeming dengan mengatakan, “ini adalah keinginan saya, ini bukan hanya soal penampilan”.
Itulah keingian Shanna, keinginannya untuk membusuk di neraka bersama mahkota Miss Universe yang menyilaukan mata hingga membuatnya rela menggadaikan sebagian keimanannya demi bisa berlenggak lenggok memamerkan auratnya yang berbalut bikini buatan kaum kafir. Nauzubillah.
Tidakkah ia ingat Hadist Rasulullah SAW yang mengatakan “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk bagaikan ekor sapi, mereka memukul orang-orang dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, memikat hati, dan berlenggang lenggang, kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan aromanya, padahal aromanya dapat dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian “ (HR. Muslim)
Atau mungkin Shanna memang tidak ingat sama sekali karena ia tak pernah ingin mempelajari ajaran agamanya yang mulia dan lebih silau dengan gemerlap dunia yang dipampangkan setan dan sekutunya.
Sikap Shanna pun ditanggapi ‘positif oleh panitia Miss British. “Sangat menyenangkan melihat final Miss British tahun ini, merefleksikan multikulturalisme pada masyarakat Inggris modern,” ungkap seorang panitia.
Sungguh malang nasib Shanna Bukhari ini, di dunia ia akan terhina karena mengikuti jejak kafirin dan di akhirat ia akan dimintai pertanggung jawaban atas pilihannya yang tentunya berbuntut hukuman pedih oleh Allah SWT.
”Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya”. Sahabat bertanya:” Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani”. Rasul saw menjawab:”Siapa lagi!” (HR Bukhari dan Muslim).

-arrahmah.com-

Aneh, pendeta Kristen ingin "menghukum" Nabi Muhammad SAW




FLORIDA (Arrahmah.com) - Seorang pendeta Kristen terkenal dari Florida, Terry Jones, yang dikenal dengan pembakaran Al Qur'an berkata pada The British Daily Mail bahwa ia bermaksud untuk menempatkan Nabi Muhammad SAW pada "pengadilan publik".

Pernyataan dari pendeta Kristen ini banyak dikutip oleh media Zio yang mengingatkan bahwa kegiatan Jones dan penggantinya, pendeta Wayne Sapp dari florida menyebabkan ledakan kemarahan di kalangan ummat Islam hingga menyebabkan serangan ke markas PBB di Mazar-e-Sharif, Afghanistan yang menewaskan apa yang disebut dengan "diplomat PBB" juga menewaskan 4 Muslim yang dibunuh oleh para "diplomat" itu.
"Kami akan mencoba untuk mencari ahli dari dua sisi, dan jika Muhammad ditemukan tak bersalah..... maka kami akan meminta maaf kepada publik Islam, kepada Al Qur'an, kepada pengikut Muhammad untuk tindakan kami yang menghina mereka."
Jika dia terbukti bersalah, maka kita akan berurusan dengan dia dalam cara yang sama seperti pembakaran Al Qur'an.  Kami menawarkan kemungkinan empat atau lima bentuk hukuman berbeda dan kemudian memilih bentuk hukuman yang dipilih rakyat.
Kami melakukan hal yang sama dengan Al Qur'an.  Kami memiliki empat bentuk hukuman-dibakar, dirobek dan menghadapi satu grup regu tembak.  Kami akan mengumpulkan beberapa jenis gambar atau beberapa foto yang merepresentasikan Muhammad dan kemudian akan dieksekusi," ujar pendeta gila Kristen, Terry Jones.
Perlu diingat bahwa sebelumnya, pada 20 Maret, seorang kepala biara di salah satu gereja di Florida, pendeta Wayne Sapp, "menghukum" al Qur'an dengan membakarnya dan mengklaim bahwa Al Qur'an "bersalah" karena melakukan "banyak kejahatan".
Sapp menyiram Al Qur'an dengan bahan bakar di atas nampan logam, lalu membakarnya.  Penghinaan terhadap kitab suci ummat Islam ini dilakukan di gereja dan disaksikan oleh 30 orang Kristen.
Kafirin menggunakan segala cara yang memungkinkan baik fisik maupaun ideologis terhadap ummat Islam dengan harapan memalingkan orang-orang dari agama Allah.  Namun, semua upaya ini, menyebabkan hasil yang berlawanan.
Sejumlah orang Kristen pribumi dan atheis telah memeluk Islam, meningkat berkali-kali lipat sejak 2001.  Islam diakui sebagai agama tercepat penyebarannya, jumlah pemeluknya tumbuh dengan pesat.
Meski ada upaya internasional untuk menghentikan penyebaran Islam di daratan Muslim yang diduduki, perang penaklukkan dan pemaksaan agama-demokrasi-hanya memperluas wilayah Jihad di seluruh dunia.
"Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci." (QS. ASH-SHAFF:8)
-arrahmah.com-

Hubungan antara Freemason, Ahmad Dhani dan Band Dewa



Freemason adalah sebuah organisasi persaudaraan (brotherhood) sekuler yang terbesar di dunia yang beranggotakan sekitar 6 juta orang dari kurang lebih 120 negara. Organisasi Freemason tidak memunyai pusat, setiap negara memunyai organisasi yang berdiri sendiri. Sekalipun demikian setiap organisasi Freemason di mana pun akan memunyai nomor pendirian dan berhubungan satu dengan lainnya. Freemason juga memunyai Master tertinggi yang merupakan master tertinggi dari seluruh Master Freemason yang bertugas melakukan koordinasi seluruh Freemason yang ada di dunia.

Freemason merupakan organisasi tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya. Organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi.

Freemason sendiri adalah simbolik dari pengertian pekerja keras yang memunyai kebebasan berpikir.


Kata mason berasal dari bahasa Perancis, maçon, yang artinya "tukang batu". Sekalipun organisasi ini merupakan organisasi hanya bagi kaum laki-laki namun kini sudah banyak pula kelompok Freemason wanita.


Lantas apa hubungan grup band DEWA dengan freemason, liat video-video berikut ini:

Saturday, April 16, 2011

Chek Lie, Muslimah Terakhir di Savannakhet Laos ?




Laos dengan ibukotanya Viantiane atau terkadang di tulis dengan Viang Chan terletak di pinggir sungai Mekong. Sungai ini menjadi perbatasan antara Laos dengan Thailand tepat nya provinsi Udhon Tani. Sungai ini juga membentang sampai ke utara menjadi perbatasan Laos dengan Myanmar Burma dan China, ke Selatan dengan Negara Kamboja, sementara ketimur Laos berbatasan dengan Vietnam. Jadilah negara ini tak mempunyai akses langsung dengan Laut.
Di Viang Chan terdapat dua buah masjid kecil. Sebuah bernama masjid Jamiah atau sering juga disebut masjid Pakistan. Masjid ini terletak hanya beberapa puluh meter dari City Central (pusat kota).
Sebuah lagi bernama masjid Al-Azhar atau orang menyebutnya masjid Kamboja. Masjid ini terletak sekitar 4 kilometer dari pusat kota. Masjid itu memang didirikan oleh komunitas orang–orang Kamboja Muslim yangmuhajir ke Laos, didirikan tahun 1968 oleh Haji Yahya dan kawan kawan nya, beliau menjadi Imam pertama di masjid itu. Sekarang ada seorang Imam yang juga berasal dari Kamboja, Imam Vina namanya, Imam Vina dapat berbahasa Melayu.
Tiga tahun yang lalu masjid Kamboja ini hanya berupa bangunan kecil yang tak terurus, halaman nya tergenang air, karena tapak bangunan masjid itu dulunya berupa sawah. Kini Masjid Kamboja telah menjadi tumpuan shalat Jumat bagi warga Muslim yang berada di Kedubes Indonesia maupun Malaysia, meskipun belum sebesar Masjid Internasional di Phnom Phen Kamboja sana.

Di Viang Chan terdapat sekitar 16 keluarga muslim asli orang Laos. “Tiga keluarga telah kembali murtad,” kata Imam Vina kepada kami saat berkunjungan akhir Desember 2010 yang lalu. Sementara warga Laos asal Kamboja yang Islam yang tinggal di sekitar Viang Chan hanya puluhan saja. Tetapi ada yang mengatakan seratusan, tak ada data pasti untuk itu.
Laos terdiri dari 16 provinsi, di beberapa provinsi ini terdapat juga beberapa keluarga Islam seperti di Luang Prabang salah satu kota terbesar setelah Viang Chan, jaraknya sekitar 500 kilometer arah ke utara.
“Di Laos terdapat sekitar 120 orang pekerja dari Indonesia yang bekerja di tambang emas Laos,” kata Dubes RI untuk Laos Haji Fahmi Pasaribu, saat kami berkunjung ke Kedutaan.
Arah ke Selatan sekitar 600 kilometer dari Viang Chan terdapat sebuah provinsi bernama Savannakhet. Perjalanan kami menuju kesana, selepas dari satu kampung sekitar 50 kilometer di luar kota Viang Chan arah ke Savannakhet, kami mengunjungi saudara muslim yang baru memeluk Islam. Tiga keluarga tinggal di sana, tak ada seorang pun yang dapat mengajari mereka tentang Islam. Hanya seorang yang masih dapat melafazkan syahadat dengan benar.
Di kampung itulah kami shalat Jamak Takdim di rumah saudara muslim yang bernama Ismail. Dan seterusnya melanjutkan perjalanan ke Savannakhet.

Muslimah Terakhir asal Saigon
Tiba di Savannakhet, kami menuju rumah pak Pong, Pak Pong ini adalah orang Laos yang sudah memeluk Islam hampir limabelas tahun silam, sebagai seorang polisi yang masih aktif dia tak mau identitas ke-Islamannya diketahui halayak ramai. Hanya Dia seorang saja yang Islam di keluarga nya, bahkan isteri dan anak-anaknya masih menganut Budha. Banyak kisah menarik yang diceritakan oleh Imam Vina kepada kami tentang pak Pong ini, namun sayang karena sedang bertugas keluar kota kami tak berjumpa dengan pak Pong. Kami diterima oleh adiknya yang bernama Pok.
Tak tahu apa sebab kota ini dinamakan Savannakhet. Dialek tempatan menyebutnya Sabana Kit. Dan memang hutan perdu di sana terlihat seperti padang Sabana.
Sebagaimana informasi yang kami dapatkan dari pak Pok adik pak Pong ini, ada satu lagi keluarga muslim asal Kamboja yang tinggal tak jauh dari rumah kediaman mereka. Ke sanalah tujuan kami selanjutnya untuk bersilaturrahim.
Setiba di sebuah rumah toko (ruko) persis bersebalahan sebuah hotel yang cukup besar di Savannakhet, seorang perempuan muda sekitar 30an menerima kami, di depan rumah yang juga berfungsi sebagai tempat berniaga ini di kanan kirinya terdapat altar sembahyang bagi orang Budha lengkap dengan sesajian dan dupa yang masih menyala. Dengan senyum ramah kami dipersilahkannya masuk ke dalam rumahnya, tak lama setelah itu seorang perempuan tua sekitar 60an tergopoh-gopoh turun dari sepeda motor dan masuk menghampiri kami.

Senyumnya mengembang namun air matanya terlihat berlinang, rupanya dia sangat terharu sekali atas kedatangan kami menjambangi rumahnya. Belasan tahun setelah suaminya meninggal dunia nyaris tak seorang pun orang Islam yang datang ke rumahnya.
Chek Lie namanya. Begitu dia dipanggil perempuan tua yang tetap mengaku Islam ini adalah berasal dari Saigon Vietnam, menikah dengan pemuda asal Kamboja bernama Ali, sejak menikah 40 tahunan yang lalu mereka tinggal di Savannakhet, dikarunia dua orang anak. Seorang lelaki, dan menikah dengan wanita setempat (orang Laos) punya anak enam orang. Seorang lagi anak Chek Lie yang perempuan yang menyambut kami tadi menikah dengan lelaki setempat, tetapi beragama Budha, putri Chek Lie ini pun punya dua orang anak.
Sayangnya anak lelaki Chek Lie agak kurang ingatan akibat kecelakaan di jalan raya setelah suaminya meninggal. Sementara anak perempuannya pula telah bercerai dengan suaminya. Mungkin akibat penderitan yang terus menderanya itu, selama bertemu dengan kami tak henti henti air matanya terus mengalir.
Di rumah Chek Lie itu kami shalat magrib, di dalam rumah yang cukup besar itu pun terdapat altar tempat sembahyang yang jauh lebih besar dari altar yang di luar. Melihat kami akan shalat, cepat–cepat Chek Lie menutupi altar itu dengan kain. Yang sangat terharu sekali adalah saat azan berkumandang di rumah itu, Chek Lie dengan menyusun sepuluh jarinya seraya berdoa dan tubuhnya mengelongsor ke lantai sembari menangis.
Kami yang hadir di sana hampir semua menitikkan air mata. Bahkan Ustazd Yusuf asal Pattani yang menjadi juru bicara dan imam shalat kami menangis sesunggukan. Memohon ampun kepada Allah SWT membiarkan saudara muslim belasan tahun tanpa bimbingan apapun.

Ikrar Ulang Syahadat
Tak ada mukena tak ada Quran tak ada sajadah. Tak ada seorang pun yang tahu tentang Islam yang dapat mengajarkan mereka. Suami yang membawanya kepada Islam 40 tahun silam telah tiada, anak lelaki satu satunya yang diharapkan menjadi tumpuan tempat berlindung kini kurang siuman, sementara menantu lelakinya pula pergi meninggalkan mereka.
Dari segi materi, Chek Lie terlihat tidak kekurangan, harta peninggalan suaminya masih bercukupan. Petang itu Chek Lie ikut shalat berjamaah di belakang kami, karena kami yang datang semua lelaki. Jadi terpaksa lah Chek Lie berdiri sendirian. Saat kuajak shalat Chek Lie kebingungan, tak tahu apa yang hendak dilakukannya.
Saat berdiri untuk shalat ku bimbing Chek Lie berdiri persis di belakangku, dengan selembar kerudung putih yang terjuntai tak jauh dari kursi yang terdapat di ruang tamu itu kututupi rambut Chek Lie. Baju dan androk yang dipakainya cukup untuk menutupi aurat pengganti mukenah.
Inilah agaknya pertama kali Chek Lie shalat selama belasan tahun sepeninggal suaminya, atau memang dulu pun Chek Lie tak pernah shalat, wallahu a’lam bisawab. Tapi Chek Lie tetap dalam ke-Islaman nya, “Sampai akhir hayat aku tetap Islam!” kata Cheki Lie yang diterjemahkan oleh Ustazd Yusuf . Sebagai mana wasiat dari sang Suami sebelum meninggal dunia. Tetapi yang sangat merunsingkan hati Chek Lie adalah siapa agaknya yang akan mengebumikannya, bila ianya kelak dipanggil yang Maha Kuasa.
Malam itu selepas makan malam di rumah Chek Lie, Chek Lie mengucapkan ulang dua kalimat syahadat dibimbing oleh Ustazd Yusuf. Syahadat ini pun diikuti putri Chek Lie dan kedua cucunya yang sudah berumur 9 dan 10 tahun. Pak Pok adik Pak Pong yang terus menemani kami pun malam itu mendapat hidayah mengucapkan dua kalimat syahadat.
Saat kutanya apa harapan Chek Lie di hari tuanya seperti saat ini. Harapan Chek Lie kiranya ada Dai yang datang kesana, mengajarkan mereka tentang Islam dan Chek Lie pun bermimpi ada sebuah mushalla hendaknya bediri tegak di bumi Savannakhet.
Selepas dari Rumah Chek Lie kami menuju sebuah rumah keluarga muslim asal Pakistan, kami diantar oleh Chek Lie keruma itu. Kami ketahui keberadaan keluarga asal Pakistan ini saat di pasar, mereka menjual pakaian. Sayang nya kami tak dapat langsung berjumpa, karena malam hari sebagaimana dijanjikan tuan rumah tak ada di tempat. Meskipun siang nya kami sudah janjian akan berjumpa, mungkin agaknya terlalu lama kami di rumah Chek Lie.
Itulah sedikit gambaran tentang Muslim di Savannakhet, Savannakhet adalah salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan Mukdahan Thailand.


-www.eramuslim.com